BIMTEK ANALISIS BEBAN KERJA DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

BIMTEK ANALISIS BEBAN KERJA DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Analisis Beban Kerja (ABK) pegawai merupakan instrumen yang diperlukan untuk mengukur beban kerja pegawai dalam satu tahun. ABK menurut Permendagri No. 12 Tahun 2008 tentang Pedoman Analisis beban Kerja di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah dilaksanakan oleh unit organisasi yang secara fungsional membidangi analisis beban kerja. Output kegiatan ABK bisa menjadi masukan bagi daerah untuk menyempurnakan penataan di bidang kelembagaan, kepegawaian, dan ketatalaksanaan. Untuk melaksanakan kegiatan ABK di tingkat Pemerintah Kabupaten perlu dibentuk Tim Analisis Beban Kerja Kabupaten yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Dalam rangka memperkenalkan penggunaan instrumen ABK kepada para pegawai dan menyiapkan calon tenaga analis beban kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah maka Bagian Organisasi Pemkab Kotim bekerjasama dengan PKP2A III LAN menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) ABK.

Kabid Kajian Aparatur PKP2A III LAN, Ferry Firdaus, S.Pd., M.Ed.,
menyampaikan materi dalam Bimtek ABK di Sampit, Kab. Kotawaringin Timur.

Bimtek yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini dilaksanakan pada 19-20 April 2011 di Kota Sampit, Ibukota Kabupaten Kotim dan dibuka oleh Wakil Bupati Kotim, Drs. MH. Taufik Mukri, SH., MM. Pembukaan Bimtek tersebut bertempat di Gedung Wanita, yang kemudian dilanjutkan dengan pengenalan instrumen ABK berdasarkan Permendagri No. 12 Tahun 2008. Pada hari kedua, Bimtek dilanjutkan di Aula Kantor Bupati Kotim. Pemateri Bimtek ABK berasal dari PKP2A III LAN terdiri atas Ferry firdaus, S.Pd., M.Ed., Andi Wahyudi, SIP., dan Maria AP. Sari, S.Sos. yang memberikan materi pengenalan terhadap instrumen ABK dan secara intens mendampingi peserta selama 2 hari dalam latihan menyusun ABK jabatan masing-masing.

Kehadiran Wakil Bupati yang sekaligus membuka kegiatan Bimtek ABK mencerminkan keseriusan Pemkab. Kotim dalam menyiapkan pegawainya untuk mengimplementasikan penyusunan ABK di lingkungan Pemkab. Kotim. Hal ini selaras dengan antusiasme para peserta yang secara penuh ikut terlibat aktif dalam kegiatan selama dua hari, baik pada saat presentasi materi pengenalan ABK oleh narasumber maupun praktek penyusunan ABK masing-masing jabatan oleh peserta. Hampir sebanyak 50 peserta Bimtek ABK tersebut merupakan pejabat Eselon IV dan staf yang berasal dari Sekretariat Kabupaten, Dinas, Badan, Kantor, Rumah Sakit, dan Kecamatan di lingkungan Pemkab. Kotim.

Kendala yang dihadapi oleh peserta dalam praktek penyusunan ABK adalah kesulitan menurunkan uraian tugas ke dalam rincian kegiatan. Namun hal ini bisa diatasi dengan mendorong peserta untuk mereview kembali kegiatan-kegiatan yang secara rutin dilaksanakan dalam setiap tahun, dan menuangkannya ke dalam kalimat-kalimat tertulis. Upaya ini dibantu narasumber dengan memberikan contoh-contoh sebagai pembanding sehingga mempermudah peserta dalam merinci uraian tugas menjadi rincian kegiatan.

Setelah mengikuti Bimtek ABK tersebut diharapkan para alumni bimtek mampu menyusun ABK jabatan serta menularkan pengetahuannya kepada pegawai yang lain. Dan ke depan apabila diterapkan penyusunan ABK di Pemkab. Kotim maka sebagian alumni bimtek tersebut bisa menjadi bagian dari Tim ABK Kabupaten Kotim.*(Andi Wahyudi)

Share this post