​Membangun Inovasi melalui Benchmarking

​Membangun Inovasi melalui Benchmarking

Benchmarking adalah salah satu materi yang ada pada Diklat Kepemimpinan pola baru sebagai hasil perubahan sistem Diklat Kepemimpinan yang dilakukan pada tahun 2013. Benchmarking merupakan pengganti materi obsevasi lapangan pada sistem Diklat Kepemimpinan pola lama. Metode yang digunakan dalam materi benchmarking relatif sama dengan metode yang digunakan dalam materi observasi lapangan yang ada pada sistem Diklat Kepemimpinan pola lama yaitu sama-sama melakukan kunjungan ke Pemerintah Daerah lain. Namun demikian dari aspek substansi dan teknis pelaksanaannya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Perbedaan tersebut diantaranya dalam penentuan lokus atau daerah tujuan. Pada materi observasi lapangan  yang dilakukan di sistem Diklat Kepemimpinan pola lama cenderung tidak memiliki kriteria tertentu, sedangkan dalam materi benchmarking pada Diklat Kepemimpinan pola baru, penentuan lokus harus didahului dengan pengumpulan informasi terkait dengan inovasi apa yang dilakukan atau penghargaan apa yang telah didapatkan oleh daerah tersebut. Sehingga peserta sebelum melakukan kunjungan ke tempat tujuan sudah memiliki pengetahuan awal terkait inovasi yang menjadi sasaran penggalian informasi selanjutnya pada saat kunjungan.

Perbedaan selanjutnya adalah dalam proses pelaksanaan pada saat di lokus. Pada materi observasi lapangan peserta diminta mengumpulkan data terkait dengan permasalahan yang terjadi pada sub lokus yang menjadi objek pengumpulan data. Setelah itu data tersebut diolah untuk dicarikan alternative pemecahannya yang hasilnya adalah rekomendasi. Rekomendasi tersebut kemudian disampaikan melalui seminar dengan mengundang narasumber yang berasal dari lokus yang menjadi objek pengumpulan data. Sedangkan pada materi benchmarking, peserta diarahkan untuk mengumpulkan data yang terkait dengan best practice atau keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh instansi tempat tujuan bencmarking.

Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh narasumber dan peninjauan langsung serta wawancara. Dari hasil pengumpulan data tersebut peserta diminta membuat lesson learnt yang terkait dengan best practice yang bisa diadopsi dan diadaptasi untuk diterapkan ditempat peserta menjalan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara. Sehingga pada saat peserta kembali kedaerahnya masing-masing untuk menjalankan tugasnya peserta telah mendapatkan “oleh-oleh” yang berupa penguatan pemahaman terkait inovasi melalui pengalaman benchmarking tersebut.  Pemahaman tersebut tidak hanya yang terkait bentuk inovasinya tapi juga pemahaman terkait proses munculnya ide atau gagasan, faktor kunci keberhasilannya maupun hambatan atau kendala yang dihadapi pada saat menjalankan inovasi tersebut.

Selain beberapa manfaat yang dijelaskan di atas, dalam kegiatan benchmarking tersebut ada manfaat lain yang bisa diraih, seperti kesempatan peserta untuk membangun jejaring kerja dengan daerah lain, selain itu juga bisa memberi kebanggaan tersendiri bagi lokus kunjungan karena dinilai memiliki prestasi dalam melakukan inovasi. Hal ini bisa memberikan dorongan atau motivasi pada intansi-intansi Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk berlomba-lomba menciptakan inovasi-inovasi baru sehingga bisa dijadikan tempat tujuan untuk belajar best practice dalam pelaksanaan Diklat Kepemimpinan.

Semoga perubahan yang dilakukan ini bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara serta menjadi salah satu upaya dalam melakukan perbaikan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi pada penyelenggaraan pemerintahan.

———————
Daftar Pustaka
Fontana, Avanti, 2011, Innovate We Can! Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai, PT. Percetakan Penebar Swadaya, Jakarta
Pasaribu, Dr. Manerep, 2013, Best Practices dan BUMN, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kepemimpinan Tingkat III
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 13 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kepemimpinan Tingkat IV

Penulis: Muhammad Abdi Rahman (Widyaiswara PKP2A III LAN )

Share this post