Hebat, Inovasi Pegawai Kalimantan Utara Ini Terbaik di Level Regiona

Hebat, Inovasi Pegawai Kalimantan Utara Ini Terbaik di Level Regiona

TANJUNG SELOR – Dalam pelaksanaan untuk kali pertama di Kalimantan, Jambore Inovasi dan Pelayanan Publik menghadirkan sedikitnya 15 finalis dengan berbagai proyek inovasi masing-masing.
Penilaian tim juri dari LAN RI dan LAN Samarinda memutuskan H Ramsidah selaku Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Nunukan sebagai yang terbaik.
Ramsidah mengungguli finalis lainnya berkat proyek inovasinya pemanfaatan ban bekas sebagai septic tank dengan sistem arisan jamban keluarga (Siarja) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Ide inovatif perempuan beranak tiga itu bermula pada tahun 2014 lalu di mana ia menjadi salah satu tim penyusunan Amdal di Kabupaten Nunukan.
Ia melihat cukup banyak ban bekas yang menumpuk di perusahaan-perusahaan. Hal itu cenderung menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

“Dari situ muncul ide, kenapa tidak dimanfaatkan daripada menjadi pemicu timbulnya penyakit?” tuturnya saat ditemui Tribun di Lapangan agatis Tanjung Selor, Selasa (25/10/2016).
Berhubung sanitasi di beberapa daerah di Kabupaten Nunukan relatif masih buruk yang dibuktikan kurangnya rumah tangga yang memiliki jamban membuat ide Ramsidah memuncak. Ide membuat jamnban dari ban bekas pun dimulai.
Ia memanfaatkan sistem arisan. Di mana per rumah dipatok biaya Rp 50 ribu per 3 bulan. Uang tersebutlah yang digunakan untuk membeli material bahan yang akan digunakan seperti kerikil dan semen. Sedang ban bekas tutur dia, didapat dari masyarakat dan beberapa perusahaan di Nunukan.
“Sistemnya pakai lot. Siapa yang keluar namanya, itu kami bangunkan jamban dengan sistem gotong royong dengan masyarakat sekitar,” sebutnya.
Proyek Ramsidah ini sudah dilaksanakan di beberapa desa di Kecamatan Sebatik Tengah seperti desa Sungai Limau, Aji Kuning, Maspul, dan Bumi Harapan.

Dari hasil pengembangan ini tuturnya, diharapkan masyarakat membudayakan dan meningkatkan kesadaran peduli terhadap kesehatan sanitasi lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Jumlah warga yang membuat hajat sembarang diklaimnya terus menurun. Disertai pula menurunnya angka kesakitan penyakit dari tahun ke tahun.

“Sekarang semua warga di Sungai Limau dan Aji Kuning sudah memakai jamban keluarga sistem ini. Itu sudah menjadi sebuah kebanggan. Apalagi dinobatkan jadi yang terbaik di Kalimantan,” sebutnya.
Adapun peraih predikat juara II adalah Umar Adi, Sekretaris Lurah Kelurahan Klandasan Ulu Kota Balikpapan Provinsi Kalimnantan Timur dengan proyek manajerial terpadu administrasi pelayanan kelurahan.
Disusul juara III Febby Yuda Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Murjani Sampit dengan proyek peningkatan performa pelayanan rumah sakit dengan penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit berbasisweb service dan open source.
Juara IV Reski Lestari Arif Kepala Seksi Perikanan Dinas Perikanan Kota Pontianak dengan proyek peningkatan pemahaman masyarakat akan manfaat ikan bagi kesehatan menggunakan metode sosialisasi kreatif.
Kemudian juara V H Tamrin Camat Batumandi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan dengan proyek sistem informasi manajemen barang daerah berbasis web. Para juara berhak atas piala Borneo Innovation Award serta sejumlah uang pembinaan dari LAN RI. (*)

sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2016/10/25/hebat-inovasi-pegawai-kalimantan-utara-ini-terbaik-di-level-regional

Share this post