Jambore Inovasi Kalimantan 2016 : Targetkan Indonesia menjadi Negara Maju, Pemerintah Harus Inovatif

Jambore Inovasi Kalimantan 2016 : Targetkan Indonesia menjadi Negara Maju, Pemerintah Harus Inovatif

Tanjung Selor – Pemerintah menargetkan birokrasi Indonesia mampu menjadi birokrasi berkelas dunia pada tahun 2025 mendatang. Pemerintah juga menargetkan Indonesia masuk ke dalam jajaran delapan besar negara maju dunia pada tahun 2045.

“Semua terget itu hanya mungkin tercapai jika birokrasi sebagai ujung tombak pemerintahan kita mampu profesional, berkualitas, dan dipercaya masyarakat. Kita sadar bahwa akhir-akhir ini banyak sekali kritikan terhadap birokrasi kita karena berbagai faktor. Realita ini harus menjadi energi bagi kita untuk bahu membahu dan bersinergi saling memperbaiki dalam membangun birokrasi Indonesia yang lebih baik,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Adi Suryanto, Msi saat membuka Jambore Inovasi Kalimantan 2016, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Selasa (25/10). Jambore yang digelar pertama kali di Provinsi termuda di Indonesia itu juga dihadiri seluruh Gubernur se-Kalimantan dan Bupati/Walikota serta unsur perwakilan daerah.

Kepala LAN mengatakan, salah satu upaya riil yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas birokrasi di Indonesia dilakukan melalui inovasi. “Inovasi merupakan jawaban nyata terhadap kebuntuan pelayanan publik yang tidak kunjung membaik,” jelasnya.

Menurut dia, Jambore Inovasi yang digagas Kalimantan Utara ini merupakan langkah awal untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap birokrasi di wilayah Kalimantan. Kepala LAN berharap, inovasi yang dihasilkan dapat direplikasi dan disinergikan untuk membawa Kalimantan lebih maju dan sejahtera serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie mengatakan, inovasi – inovasi yang dihasilkan sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan ini merupakan upaya untuk membuat pelayanan publik hadir di tengah masyarakat secara lebih cepat. Disamping itu, lanjut dia, inovasi yang dilakukan ini merupakan upaya untuk membuat program pembangunan terus berjalan secara berkesinambungan.

Irianto mengatakan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan Bank Dunia, keberhasilan sebuah negara setidaknya ditentukan oleh empat hal, yakni sebesar 40 persen keberhasilan ditentukan kemampuan untuk menjaga dan merawat inovasi dan kreatifitas.

Selanjutnya, kata dia, 30 persen keberhasilan ditentukan oleh kemampuan untuk membangun jaringan sosial, 20 persen ditentukan oleh kemajuan teknologi, dan 10 persen dari kekayaan sumber daya alam.

“Kalau Kalimantan hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang cukup besar tapi hanya berkontribusi sebesar 10 persen terhadap keberhasilan sebuah negara, maka saya yakin kita akan sulit mengejar keberhasilan yang sesungguhnya. Untuk itu, saya minta agar kita terus berinovasi demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat. (humas)

sumber: http://lan.go.id/id/berita-lan/jambore-inovasi-kalimantan-2016-targetkan-indonesia-menjadi-negara-maju-pemerintah-harus-inovatif

Share this post