Jangan Takut Dikatakan “Orang Aneh” Demi Sebuah Perubahan

Jangan Takut Dikatakan “Orang Aneh” Demi Sebuah Perubahan

Berani berinisiatif untuk menelurkan sebuah inovasi demi melakukan perubahan terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentu akan menuai pro-kontra. Tak jarang, resikonya seorang inovator harus siap dikatakan sebagai “Orang Aneh” oleh segelintir pihak yang kontra terhadap perubahan. Julukan tersebut diharapkan tidak menciutkan semangat para Aparatur Sipil Negara dalam berinovasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kapala Bagian Administrasi yang mewakili Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara dalam acara  seremoni Pembukaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan VII dan Diklat Prajabatan Golongan I dan II Angkatan VI, yang diselenggarakan di Auditorium PKP2A III LAN, pada Selasa (18/7).

PKP2A III LAN kembali menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV, yang berbarengan dengan Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Masing-masing Diklat tersebut diikuti oleh berbagai Aparatur Sipil Negara dari berbagai instansi daerah di Kalimantan. Diklat Kepemimpinan Tingkat IV diikuti oleh 40 orang pejabat Eselon IV dari lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Balai Besar POM Kalimantan Timur, KPUD Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Sementara Diklat Prajabatan diikuti oleh 40 orang yang berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Bontang. “Ini kali pertama, seremoni Pembukaan Diklat Pim 4 dibarengi dengan pembukaan Diklat Prajabatan. Tapi nanti penutupannya akan dilaksanakan masing-masing”, ujar Plh. Kabid Diklat Aparatur saat menyampaikan Laporan Penyelenggaraan.

Siti Zakiyah pun menjelaskan bahwa Diklat Prajabatan akan dilaksanakan pada 23 September 2015 mendatang, sementara Diklat Kepemimpinan Tingkat IV akan dilaksanakan hingga 10 Desember 2015. Metode pengajaran yang disampaikan pada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV pun berbeda dengan Diklat Prajabatan, kendati sama-sama mengusung Pola Baru. Peserta Diklat Prajabatan harus menerapkan nilai-nilai dasar PNS yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dalam melaksanakan tugas di instansi masing-masing. Peserta Diklat Prajabatan pun harus mampu membawa arus perubahan minimal dalam unit kerjanya masing-masing. Berbeda dengan Diklat Prajabatan, peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV justru harus melakukan diagnose kebutuhan perubahan demi menelurkan proyek perubahan yang inovatif.

Kepala Bagian Administrasi pun menambahkan peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV harus berkolabirasi secara baik dengan para coach dan mentor. Apabila proyek perubahan tidak disetujui oleh mentor, maka bisa dipastikan proyek perubahan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa. Penilaiannya pun tidak hanya dari evaluasi hasil akhir, namun juga bagaimana proyek perubahan yang diterapkan diinstansinya baik dalam jangka pendek serta dalam jangka menengah dan jangka panjang. Untuk itu, jangan pernah takut dalam melakukan inovasi demi perbaikan pelayanan kepada masyarakat.

Jika tidak ada aral melintang, Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV pun akan melakukan benchmarking ke Kota Solo. “Akan ada banyak hal yang bisa diadopsi dan diterapkan di instansi masing-masing”, ucap Husain.

Diakhir sambutannya, Husain pun meresmikan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan VII dan Diklat Prajabatan Golongan I dan II Angkatan VI. “Dengan mengucapkan Bismillahiromanirohim, Diklat Pim IV dan Diklat Prajabatan Golongan I dan II ini resmi dibuka”, tutupnya. (uly/humas)

Share this post