JIK Ajang Inovasi Pelayanan Publik

JIK Ajang Inovasi Pelayanan Publik

SAMARINDA – Tahun ini Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Kaltim kembali menggelar even regional Kalimantan.
Kegitan yang diikuti para alumni Diklatpim tingkat III dan IV yang digelar setiap tahun ini berupa Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) untuk lima provinsi di negeri Borneo.
Menurut Kepala PKP2A III LAN Kaltim Mariman Darto, JIK merupakan even tahunan untuk mendiseminasikan berbagai inovasi pelayanan publik.
“JIK merupakan ajang para inovator pelayanan publik untuk berbagi, berkolaborasi dan merefleksikan ide-ide kreatif dan inovasi,” katanya saat press conference di Gedung PKP2A III LAN Kaltim, Jumat (21/7).
Selain itu, JIK dirancang menjadi event tahunan pemberian penghargaan Borneo Innovation Awards, talk show inovasi dan pameran inovasi pelayanan publik di Kaltimantan.
Dia menjelaskan JIK tahun ini didahului pelaksanaan kompetensi inovasi pasca Diklat Kepemimpinan (Sinopadik) sejak Januari berakhir hingga penetapan finalis pada 4 Agustus 2017.
Diharapkan melalui JIK mampu mendorong lahirnya semangat kreativitas, inovatif dan entrepreneurship di Kalimantan.
Mariman mengungkapkan sejak awal ada sekitar 49 inovasi yang masuk dalam nominator dan diambil 15 pemenang atau tiga pemenang masing-masing provinsi di Kalimantan.
“Pada akhirnya dipilih lima inovasi terbaik untuk memperoleh anugerah Borneo Innovation Awards yang diserahkan Menpan RB Asman Abnur pada 4 Agustus mendatang,” jelasnya.
Dia menyebutkan peserta JIK di Kalimantan Selatan diperkirakan mencapai 375 orang terdiri para gubernur dan bupati/walikota se-Kalimantan, mentor dan alumni Diklatpim III dan IV, pimpinan dan pejabat struktural dari BPSDM dan BKD, masyarakat, korporasi dan media.
JIK 2017 dipusatkan di Lapangan Dr Murjani Banjarbaru Kalsel dirangkai Kalsel Expo 2017 diisi 15 stand booth finalis Sinopadik dan 150 stand lainnya. (yans/sul/humasprov)

Share this post