[Policy Brief] Membumikan Gerakan Revolusi Mental

[Policy Brief] Membumikan Gerakan Revolusi Mental

Joko Widodo di tahun 2014, di dalam tulisannya (yang termuat di harian Kompas, 2014) mengkritisi bahwa reformasi yang terjadi selama ini hanya sebatas institusional. Oleh karea itu, diusulkan perlu adanya revolusi mental dengan menciptakan paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building yang lebih manusiawi. Untuk melaksanakan revolusi mental, menurutnya dapat menggunakan konsep trisakti yang pernah disampaikan oleh Soekarno dalam pidatonya tahun 1963, yaitu Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya. Setelah menjadi Presiden RI, Joko Widodo mewujudkan ide gerakan revolusi mentalnya menjadi hal yang konkrit dari sisi regulasi dengan mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Di dalam Inpres disebutkan bahwa gerakan ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa yang mengacu kepada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Adapun gerakan revolusi mental menurut Inpres tersebut meliputi lima program, yaitu Program Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, serta Gerakan Indonesia Bersatu.

Dalam konteks kajian Aktualisasi Revolusi mental Dalam Pelayanan Publik, menjadi penting untuk mengeksplorasi seperti apa operasionalisasi program gerakan revolusi mental di kalangan aparatur terutama berkaitan dengan Program Gerakan Indonesia Melayani yang lebih banyak menyentuh tugas-tugas aparatur pemerintah.

Dari proses penggalian data atas kajian aktualisasi nilai-nilai revolusi mental di daerah tersebut, didapat hasil bahwa revolusi mental secara umum masih belum dapat dipahami secara solid. Pemahaman atas gerakan revolusi mental masih belum mendalam (walaupun pada dasarnya nilai-nilai revolusi mental sudah teraplikasikan). Selama ini pengetahuan atas revelosi mental banyak didapatkan hanya dari media massa, sehingga pada akhirnya aktualisasi revolusi mental hanya dipahami berdasarkan persepsi atau asumsi aparatur masing-masing dikarenakan sosialisasi secara resmi belum pernah dilakukan oleh pemerintah pusat.

Untuk lebih lengkapnya dapat diunduh disini.

Share this post