BERSAMA MENCIPTAKAN SUNGAI KARANG MUMUS BERSIH

BERSAMA MENCIPTAKAN SUNGAI KARANG MUMUS BERSIH

Sungai Karang Mumus (SKM) merupakan salah satu ikon Kota Samarinda yang terabaikan. Sungai ini bukan hanya dijadikan tempat sampah bagi sebagian warga, tetapi juga menjadi tempat mencuci pakaian, tempat mandi, toilet, dan bahkan digunakan sebagai tempat pengolahan bagi industri tahu dan tempe. Lebih dari itu, sungai ini juga dijadikan lahan gratis untuk mendirikan bangunan illegal. Akibatnya, sungai yang dulu menjadi tempat bermain dan akses transportasi air bagi warga Kota Tepian, kini menjadi tempat kumuh, tidak sehat dan semakin sempit. Rendahnya kepedulian warga dan ketidakberdayaan pemerintah setempat menjadikan persoalan ini menjadi semakin kompleks.

 

Keberadaan PKP2A III LAN di Kota Samarinda harus memberikan kontribusi terhadap persoalan ini. “Walaupun tidak ada kaitan langsung antara tugas-tugas LAN dengan Sungai Karang Mumus, tetapi karena Samarinda sebagai host kita maka kita harus ikut peduli terhadap persoalan Sungai Karang Mumus”, demikian dikatakan oleh Kepala PKP2A III LAN, Dr. Mariman Darto, dalam kegiatan Konferensi Pers “Advokasi Olah Bebaya Sungai Karang Mumus Bersih” yang berlangsung di Kantor LKBN Antara Biro Samarinda, Jl. Dahlia Kota Samarinda, 5 Desember 2017. Konferensi pers ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Advokasi Olah Bebaya Sungai Karang Mumus Bersih kerjasama antara PKP2A III LAN dengan Pemerintah Kota Samarinda.

 

Acara ini akan dilanjutkan dengan Workshop yang melibatkan Pemerintah Kota, komunitas masyarakat, organisasi non pemerintah, serta sektor swasta. Workshop akan berlangsung pada Sabtu, 9 Desember 2017, di Sekolah Sungai Karang Mumus, Muang. Kemudian pada hari Minggu, 10 Desember 2017 akan diadakan Display hasil-hasil inovasi OPD serta hiburan rakyat di segmen 1-2 Sungai Karang Mumus. Agar tidak menjadi kegiatan yang sekedar seremonial maka disusun roadmap disertai target yang ingin dicapai dalam beberapa tahun mendatang. Selanjutnya perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan.

 

Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mengajak segenap stakeholders menghadapi kompleksitas persoalan SKM dengan pendekatan Whole of Government (WoG). Hal ini karena menyelesaikan persoalan SKM tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus melibatkan segenap komponen dari pemerintah, masyarakat, berbagai komunitas, akademisi, serta sektor swasta secara bersama-sama dan terkoordinasi. Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS) SKM telah memberikan contoh membersihkan SKM walaupun pada jangkauan yang terbatas. “Apa yang telah dilakukan Pak Misman (GMSS SKM, red) harus diapresiasi. Jangan biarkan Pak Misman bertahun-tahun bekerja sendiri membersihkan Sungai Karang Mumus” kata Mariman Darto. (AW).

 

Share this post