Workshop Sungai Karang Mumus

Workshop Sungai Karang Mumus

Sabtu kemarin (07/12/2017) bertempat di Aula Sekolah Sungai Karang Mumus yang terletak di Kampung Muang Ilir Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, sejumlah stakeholder berkumpul bersama, membahas revitalisasi fungsi Sungai Karang Mumus, yang selama ini mengalami degradasi yang cukup parah. Kegiatan yang dikemas dalam Workshop Sungai Karang Mumus ini merupakan bagian dari Program Kayuh Baimbai yang diinisiasi oleh PKP2A III LAN bekerjasama dengan Pemerintah Kota Samarinda.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga petang hari ini di mulai dengan sambutan dari Bapak Mariman Darto selaku Kepala PKP2A III LAN dan dilanjutkan oleh Bapak Pietermen,. SH, staff ahli bidang Pemasyarakatan dan SDA, mewakili Walikota Samarinda sekaligus membuka acara. Dalam paparannya Mariman Darto menjelaskan mengapa LAN yang biasanya mengurus administrasi negara sekarang mengurus sungai, Ini dikarenakan salah satu tugas LAN adalah fungsi advokasi, karena itulah LAN peduli dengan lingkungan khususnya sungai. Kehadiran LAN melakukan connecting dot dari berbagai resources  yang ada, dimana pendekatan ini sudah banyak digunakan oleh berbagai negara yaitu pendekatan Whole of Government. Lebih lanjut Mariman menjelaskan bahwa dalam program ini, istilah Kayuh Baimbai digunakan sebagai nama program dalam rangka mengangkat nilai-nilai kearifan lokal serta dalam upaya menghidupkan nilai Revolusi Mental yang ke 3 yaitu Gotong Royong.

Pemkot Samarinda menilai kegiatan yang tengah dilakukan PKP2A III LAN ini adalah upaya untuk mensinergikan berbagai usaha SKPD dalam restorasi SKM, karena penanganan yang dilakukan selama ini masih secara parsial, padahal persoalan restorasi merupakan persoalan yang kompleks (co-production dan co-creation), sehingga membutuhkan multipihak dalam penanganannya.

Dalam kegiatan ini juga terlihat sejumlah pemangku kepentingan hadir dan menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan SKM, diantaranya Bapak Misman, Koordinator Komunitas GMSS SKM, Bapak Ali Fitri, selaku Kepala Bapelitbang Samarinda, Dr. Mislan, penggiat lingkungan dan akademisi dari Universitas Mulawarman, Bapak Ahmad dan Bapak Solehuddin dari BP-DAS Mahakam Berau, drg. Rustam dari Dinkes Samarinda dan Bapak Dja’far Sidik selaku Tokoh Masyarakat dan Tetuha di Kota Samarinda.

Disela-sela kegiatan workshop rencananya akan dilakukan aktivitas susur sungai, untuk melihat secara langsung kondisi SKM terkini, namun karena kondisi sungai yang sedang meluap serta cuaca yang kurang mendukung, kegiatan tersebut urung dilakukan, dan kegiatan dilanjutkan dengan brainstorming peserta yang diakhiri dengan refleksi tindak lanjut dan penutupan.

 

Share this post