Kotak Disiplin Akselerator Kultur Disiplin Pegawai

Kotak Disiplin Akselerator Kultur Disiplin Pegawai

Salah satu langkah inovasi yang dilakukan PKP2A III LAN di tahun 2017 ini adalah “KO-TAK DISIPLIN“. Uji coba pun telah dilakukan di bulan Maret 2017 dengan berdasarkan keterlambatan pegawai pada range waktu keterlambatan I). 07.30-08.00 WITA dan II).08.00-08.30 WITA.. Undang-Undang ASN No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menuntut komitmen, integritas moral dan tanggung jawab ASN pada pelayanan publik.  Dalam mendukung kinerja pelayanan ini, kedisiplinan pegawai menjadi salah satu penguat dalam peningkatan kinerja organisasi/instansi yang diatur dalam PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Dikeluarkannya PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS menegaskan bahwa instansi pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin terhadap PNS serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan disiplin.

Sebenarnya, telah ada Peraturan Kepala LAN No. 36 Tahun 2015 pasal 4 ayat 3 menyebutkan bahwa jam masuk kerja pegawai LAN adalah pukul 07.30 (menyesuaikan Satker/WITAdan di pasal 10 ada ‘toleransi’ bagi pegawai untuk hadir hingga pukul 08.30 WITA, dengan konsekuensi mengganti jam keterlambatannya di jam pulang. Namun, sebagai upaya meningkatkan disiplin kehadiran pegawai PKP2A III LAN, maka diterapkan KO-TAK DISIPLIN, yang selanjutnya bila sudah mencapai dan ‘membudaya’ maka otomatis tidak dilanjutkan.

Hasil uji coba di bulan Maret menunjukkan bahwa dengan melihat perbandingan kehadiran 43 pegawai PKP2A III LAN (Dari 43 pegawai, sebanyak 3 orang pegawai berstatus Tugas Belajar dan 1 orang baru kembali dari Tugas belajar sehingga tidak ada pembanding di bulan Februari, maka data pegawai yang digunakan sebanyak 39 orang) di bulan Februari dan Maret 2017, meskipun dengan sanksi yang tidak keras, dan lebih ditekankan pada komitmen pegawai, perubahan cukup besar terindikasi dengan semakin meningkatnya pegawai yang masuk kerja tepat waktu dan menurunnya jumlah pegawai yang masuk kerja antara jam 08.00-08.30 WITA.

Dari 39 pegawai, sebanyak 26 pegawai dalam periode Februari (masa sebelum penerapan) ke Maret mengalami peningkatan kehadiran tepat waktu, sedangkan 3 pegawai tidak berubah, dan justru 10 pegawai menurun jumlah kehadirannya di bulan Maret dibanding di Februari. Sedangkan pada rentang keterlambatan jam 07.30 sampai dengan 08.00 WITA, sebanyak 22 pegawai, jumlah keterlambatannya semakin menurun, 10 pegawai justru meningkat, dan 7 pegawai lainnya tidak mengalami perubahan jumlah keterlambatan. Pada rentang kehadiran jam 08.00 sampai dengan 08.30 WITA, sebanyak 15 pegawai mengalami penurunan keterlambatan di jam tersebut, 21 pegawai lainnya tidak ada perubahan, sedangkan 3 pegawai lainnya justru meningkat jumlah kehadiran / keterlambatan di rentang jam tersebut.  Ada peningkatan perubahan kehadiran (selanjutnya disebut kedisiplinan) pegawai dan sebanyak 67 persen pegawai sudah berubah untuk datang tepat waktu.

Suit dan Almasdi (2012: 68-69) menyebutkan bahwa salah satu langkah pemimpin untuk menimbulkan motivasi kerja dengan memberikan contoh disiplin kepada bawahan.  Seperti kata Robert Stuart-Kottze dalam Wibowo (2013, 295-297)[1], bahwa untuk memperbaiki kinerja organisasi dapat dilakukan dengan membimbing perubahan. Sudah banyak contoh di pemerintahan bahwa komitmen dan pemberian contoh/keteladanan pimpinan menjadi pengungkit keberhasilan suatu perubahan. Dan terbukti, dalam periode penerapan KO-TAK DISIPLIN, hasil positif diperoleh dengan adanya komitmen para pimpinan yang diturunkan kepada bawahannya untuk komitmen melaksanakan perubahan.

Penulis: Mayahayati Kusumaningrum, Peneliti PKP2A III LAN

Share this post