Bedah Jurnal 4 “Menyusun Instrumen Penelitian (Kuesioner dan Panduan Wawancara)”

Bedah Jurnal 4 “Menyusun Instrumen Penelitian (Kuesioner dan Panduan Wawancara)”

“Apakah kuesioner kita konsisten? Perlu uji instrumen penelitian. Tidak bisa sembarangan. Di situ letak apakah suah tepat atau belum. Lalu apakah sudah reliabel kuesioner tersebut?” ujar Irwan Gani, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, saat menyampaikan materi tentang Kuesioner dan Panduan Wawancara pada kegiatan Bedah Jurnal 4 yang diselenggarakan di PKP2A III LAN, pada Senin (12/2).

Kegiatan Bedah Jurnal 4 “Menyusun Instrumen Penelitian (Kuesioner dan Panduan Wawancara)” dibuka secara resmi oleh Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto. Dalam sambutannya, Mariman menyampaikan bahwa instrument penelitian penting untuk membuat sebuah karya penelitian.

Hal tersebut dibenarkan oleh Irwan Gani. Ia pun menegaskan ada tiga jenis karakter responden, yaitu low end, middle end dan high end. Jika seseorang berada pada level high end (masih tertutup atau cenderung bohong dalam menjawab kuesioner), maka perlu waktu lama dalam menggali sebuah informasi. “Jika respondennya high end, maka perlu melakukan beberapa stretegi diantaranya menambah waktu penyebaran kuesioner, dan melepas seluruh atribut selama menyebarkan kuesioner. Dengan demikian, responden akan lebih terbuka serta jujur dalam menjawab kuesioner (sudah memasuki level low end)”, jelas Irwan Gani.

Kegiatan Bedah Jurnal menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara PKP2A III LAN. “Semoga kegiatan ini menjadi media pembelajar bagi Peneliti dan Jabatan Fungsional Tertentu dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah untuk sebuah jurnal”, tutup Mariman.

Share this post