Author - admin

LAN Bersiap Gelar Jambore Inovasi Kalimantan

Samarinda (ANTARA Kaltim) –  Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia melalui perwakilannya di daerah bersiap menggelar Jambore Inovasi Kalimantan di Banjarbaru, Kalsel, pada 2-6 Agustus 2017, sebagai ajang diseminasi dari hasil inovasi aparatur sipil negara untuk pelayanan publik.

“JIK akan kami gelar di Banjarbaru, Kalsel, pada 2-6 Agustus 2017 dan akan dibuka oleh Menteri PAN dan RB,” kata Kepala Pusat Kajian, Pendidikan, dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) Mariman Darto di Samarinda, Jumat.

Melalui penyajian inovasi administrasi negara dan pelayanan publik yang terbaik, lanjutnya, JIK ingin menunjukkan bahwa semua unsur ASN di Kalimantan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan prima.

JIK juga dinilai ajang cerdas yang secara transformatif mengubah cara pandang pengelolaan di Kalimantan yang sebelumnya dibangun melalui kekuatan sumber daya alam, menjadi Kalimantan berkemajuan yang dibangun dengan penuh inovasi.

“Melalui berbagai karya inovatif segenap elemen masyarakat, diyakini Kalimantan akan menjadi pusat peradaban baru yang tumbuh dan maju sejajar dengan daerah lain yang sudah maju lebih dulu,” ujaranya.

Menurut ia, penyelenggaraan JIK diyakini mampu mendorong lahirnya semangat kreativitas, inovasi, dan jiwa wirausaha.

Dalam JIK juga akan terdokumentasikan hasil inovasi alumni Diklat Kepemimpinan maupun ASN lain yang bermanafaat bagi kepentingan publik.

Ia juga mengatakan bahwa rangkaian JIK 2017 telah diawali dengan Kompetisi Inovasi Pasca-Diklat Kepemimpinan (Sinopadik) bagi para alumni Diklatpim tingkat III dan IV wilayah Kalimantan yang berjalan sejak Januari hingga penetapan finalis utama Sinopadik pada puncak JIK tanggal 4 Agustus.

Sinopadik merupakan program yang dirancang sebagai instrumen disemenasi dan promosi inovasi yang melibat tiga instansi, yakni Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan instansi asal peserta.

“Program ini diharapkan mendorong ketersediaan forum dan penguatan jejaring kerja inovasi Kalimantan, demi meningkatnya kepercayaan publik terhadap berbagai inovasi yang terus dilakukan oleh para alumni Diklatpim,” tutur Mariman.

Dalam rangkaian JIK 2017 juga ada penganugerahan Borneo Innovation Awards kepada lima pemenang Sinopadik, kemudian penganugerahan bagi kepala daerah terpilih di Kalimantan yang memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kapasitas ASN. (*)

Jambore Inovasi Kalimantan Pada 2-6 Agustus

Samarinda (Antara Kalteng) – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dijadwalkan membuka Jambore Inovasi Kalimantan, sebuah ajang bagi para alumni Diklatpim yang berprestasi untuk kepentingan publik. “JIK akan digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 2-6 Agustus 2017, dan akan dibuka oleh Bapak Menteri PAN-RB Asman Abnur,” ucap Kepala Pusat Kajian, Pendidikan, dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) Mariman Darto di Samarinda, Minggu. Acara yang dipusatkan di Lapangan Murjani Banjarbaru tersebut juga akan diwarnai pemberian tiga jenis penghargaan, yakni Borneo Innovation Awards, INAGARA Awards, dan penghargaan kepada bupati/wali kota terpilih yang memberikan perhatian lebih terhadap pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim). Dalam JIK juga akan diisi seminar/diskusi tentang inovasi dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah Melalui Inovasi” dengan menghadirkan pembicara para kepala daerah inovatif, seperti Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Bupati Bojonegoro Suyoto. Pembicara lain yang berkompeten di bidang inovasi juga dihadirkan dalam diskusi ini, dengan harapan untuk memberikan semangat berinovasi, mencontohkan teknik memajukan daerah melalui inovasi, serta menjadikan inovasi sebagai gaya hidup bagi masyarakat Kalimantan. Ia berharap semangat JIK 2017 dapat menjadi instrumen kunci perubahan, sehingga menjadi Kalimantan yang berbeda setelah masyarakatnya menjadikan inovasi sebagai kunci atas berbagai permasalahan yang ada. Menurutnya, masalah besar yang dirasakan Kalimantan adalah menggantungkan ekonomi pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, sehingga hal ini Jambore Inovasi Kalimantan Pada 2-6 Agustus Minggu, 23 Juli 2017 18:19 WIB Pewarta: M Ghofar Pulau Kalimantan (kapuas.net) Terpopuler 14 Perwira Polri Naik Pangkat, Ini Daftarnya DPR RI Minta Masukan LKBN ANTARA terkait RUU RTRI Badan Hukum HTI Dicabut Mulai Hari Ini Kalsel Siap Jadi Ibu Kota RI, Usulan Sudah di Bappenas? Top News Hanura usung Jokowi untuk Pemilu 2019 7 jam lalu Nah! Staf Kejari Ini Diperiksa Tim KPK 16 jam lalu Usulan DPRD tak Disetujui Mendagri, Terkait Pilkada 16 jam lalu Astaga! Diduga Gunakan Narkoba, Polisi Ciduk Tora Sudiro dan Mieke Amalia 3 Agustus 2017 16:17 BPPT Anugerahi Menteri PUPR Gelar Perekayasa Utama Kehormatan 3 Agustus 2017 13:27 HOME KABAR DAERAH NASIONAL INTERNASIONAL BISNIS OLAHRAGA LIFESTYLE FOTO ANTARA TV Hasilkan Uang Online – Dapatkan Hingga Rp60000/Survei Bagikan Pendapatmu Dan Dapatkan Hadiah. Daftar Disini Dan Mulai Hasilkan Uang! in.tinjauanbandingan.net/online/surveys 6/8/2017 Jambore Inovasi Kalimantan Pada 2-6 Agustus – ANTARA News Kalimantan Tengah – Berita Terkini Kalimantan Tengah http://kalteng.antaranews.com/berita/268442/jambore-inovasi-kalimantan-pada-2-6-agustus?%C4%BAutm_source=related_news&utm_medium=related&utm… 2/3 BPJS Ketenagakerjaan Pinjamkan KPR Hingga Rp500 Juta Tabrakan Pick-up Vs Bus di Jalan Tjilik Riwut, 2 Orang Luka Parah Sidang Praperadilan Wakil Ketua DPRD Barsel Sempat Ditunda Petani Rotan Sangat Memprihatinkan! Ini Kata Sekjen PEPPIRKA Daud Yordan Menang TKO Atas Petinju Thailand Cegah Penipuan Investasi Bodong, Satgas Waspada Investasi Kalimantan Dibentuk Dana Masyarakat Kalimantan Dihimpun Bank Mandiri Capai Rp 33,1 Triliun Menteri Pertanian Fokus Tingkatkan Produksi Padi di Kalimantan ekonomi pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, sehingga hal ini harus melakukan transformasi, caranya adalah dengan inovasi, karena dengan cara berpikir yang inovatif, tak ada masalah yang tak dapat dituntaskan. “Melalui karya-karya inovatif semua elemen di Kalimantan, saya yakin kelak Kalimantan akan menjadi pusat peradaban baru yang maju dan sejajar dengan daerah lain, dengan Jawa misalnya,” tutur Mariman. Ia melanjutkan, peserta JIK 2017 diperkirakan sebanyak 375 orang, antara lain para gubernur se-Kalimantan, bupati dan wali kota di Kalimantan, alumni Diklatpim tingkat III dan IV, mentor alumni Diklatpim, pimpinan dan pejabat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan beberapa unsur lain inovasi.

Rapat Persiapan Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) 2017

Senin, 24 Juli 2017 H. Abdul Harris Makkie (Sekda Prov Kalsel) bersama beberapa kepala SOPD lainnya mengadakan rapat terbatas membahas persiapan Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) 2017 yang termasuk dalam Rangkaian Acara Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun pembahasan yang disepakati diantaranya :

  1. Finalisasi Agenda Acara.
  2. Shared Penganggaran.
  3. Malam Keakraban Peserta JIK dengan Forkopimda Provinsi Kalsel dan Kepala Perangkat Daerah Pemprov Kalsel.
  4. Bahan Penyerahan secara simbolis tanah Politeknik Administrasi Negara di Gunung Kupang Banjarbaru.
  5. Wisata Pasar Terapung.
  6. Pengamanan.
  7. Transportasi.
  8. Akomodasi.
  9. Pembagian Tanggung Jawab Penerimaan Kontingen.
  10. Bahan-bahan Promosi, Publikasi, dan Finalisasi bahan Booth Provinsi Kalsel.
  11. Dan Lain-lain yang masih memerlukan pembicaraan Final sebelum kegiatan dimulai.

JIK 2017, Ajang Inovator Terbaik Kalimantan Besutan PKP2A III LAN Samarinda

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Mariman Darto, Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Samarinda di hadapan sejumlah wartawan, menyampaikan agenda Jambore Inovasi Kalimantan 2017 yang akan diselenggarakan di Banjarmasin tanggal 2-6 Agustus 2017.

“Jambore Inovasi Kalimantan merupakan event tahunan yang dirancang untuk mendiseminasikan berbagai inovasi-inovasi pelayanan publik, sebagai bukti kehadiran Pemerintah untuk masyarakat,” sebut Mariman di Kantor LAN Samarinda, Jum’at (21/7/2017) pagi.

Kegiatan Jambore Inovasi Kalimatan (JIK) yang akan dibuka Asman Abnur, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan RB, jelas Mariman, menjadi ajang terbesar para inovator di area Kalimantan. Akan diisi pameran inovasi khusus dari para The Champions yang telah melalui proses seleksi cukup panjang, dengan tahapan Kompetisi Inovasi Pasca Diklat Kepemimpinan (Sinopadik) bagi para alumni Diklatpim Tingkat III dan IV di wilayah Kalimantan.

Menurut Mariman, peserta diambil dari masing-masing provinsi 3 pemenang. Ada 49 peserta yang masuk nominasi. Nanti akan diseleksi menjadi 15 terbaik yang akan dikerucutkan menjadi 5 inovasi terbaik oleh tim nasional.

“Lima inovasi terbaik ini akan ditetapkan dan mendapatkan award yang akan diserahkan Menteri PAN RB, namanya Borneo Inovation Award,” ungkap Mariman.

Acara yang juga akan dihadiri Kepala Pusat LAN Adi Suryanto dan Gubernur Kalsel Sabirin Noor akan difokuskan di Lapangan Dr Murjani Banjar Baru, dengan menghadirkan 15 stan finalis Sinopadik serta lebih dari 150 lainnya yang akan menampilkan inovasi-inovasi terbaiknya, dalam lingkup Kalsel Expo 2017.

Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri sedikitnya 375 orang peserta, terdiri dari Gubernur seluruh Kalimantan, dan para Bupati dan Walikota, serta alumni Diklatim tingkat III dan IV. (LVL)

MENTERI APARATUR NEGARA AKAN BUKA JIK 2017

SAMARINDA, beritakaltim.co- Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) merupakan event tahunan yang dirancang untuk mendiseminasikan berbagai inovasi-inovasi pelayanan publik, sebagai bukti kehadiran Pemerintah untuk masyarakat.

Kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan ini akan dibuka Asman Abnur, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan RB, ” terang Mariman Darto, Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Samarinda di hadapan sejumlah wartawan di Kantor LAN RI Jalan HM Ardhan, Jumat (21/7/17) pagi.

Dia menyampaikan agenda Jambore Inovasi Kalimantan 2017 akan diselenggarakan di Banjarmasin tanggal 2 hingga 6 Agustus 2017.

Menurut Mariman, Jambore Inovasi Kalimantan tentunya akan menjadi ajang terbesar para inovator di area Kalimantan, karena kegiatan tersebut nantinya diisi pameran inovasi khusus dari para The Champions yang telah melalui proses seleksi cukup panjang, dengan tahapan Kompetisi Inovasi Pasca Diklat Kepemimpinan (Sinopadik) bagi para alumni Diklatpim Tingkat III dan IV di wilayah Kalimantan.

Dikatakan Mariman, pesertanya diambil dari masing-masing provinsi 3 pemenang. Ada 49 peserta yang sudah masuk nominasi dan akan diseleksi menjadi 15 terbaik. dari 15 terbaik kembali akan dikerucutkan menjadi 5 inovasi terbaik oleh tim nasional.

“Nah, 5 inovasi terbaik ini akan ditetapkan dan mendapatkan Borneo Inovation Award yang akan diserahkan langsung oleh Menteri PAN RB,” ungkap Mariman.

Kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan, sambung Mariman akan dihadiri 375 orang peserta yang akan memeriahkan acara tersebut. Selain dihadiri Kepala Pusat LAN Adi Suryanto dan Gubernur Kalimantan selatan Sabirin Noor, Kegiatan acara ini juga akan dihadiri seluruh Gubernur Kalimantan, Bupati dan Walikota, serta Alumni Diklatim tingkat III dan IV.

Kegiatan ini difokuskan di Lapangan Dr Murjani Banjar Baru, dengan menghadirkan 15 stan finalis Sinopadik serta lebih dari 150 lainnya yang akan menampilkan inovasi-inovasi terbaiknya, dalam lingkup Kalsel Expo 2017.

Kepala LAN RI Apresiasi Gelaran Kalsel Expo dan Jambore Inovasi

BANJARBARU – Pembukaan Kalsel Expo 2017 di lapangan Murdjani Banjarbaru, Jumat (4/8/2017) terasa spesial. Acara dihadiri langsung Menteri PAN RB, Asman Abnur dan Kepala LAN RI, Adi Suryanto. Keduanya disambut hangat Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Acara Kalsel Expo 2017 ini juga menjadi meriah karena dibarengkan dengan pembukaan Jambore Inovasi Kalimantan Selatan 2017.

Kepala LAN RI mengaresiasi Kalsel sudah bisa dua kali melakukan jambore nasional. Dan ini menjadi point tambahan sebab daerah lain masih belum ada yang melaksanakan.

Dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Borneo Inovasi Award 2017. Di mana hadir lima gubernur atau yang mewakili se Kalimantan.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Indonesia Membutuhkan Aparatur Sipil Negara yang Inovatif dan Profesional

BANJARBARU (Lampungpro.com): Indonesia saat ini membutuhkan aparatur sipil negara yang inovatif dan profesional di bidangnya. “Kita butuh ASN inovatif, bukan hanya datang ke kantor karena ingin mengisi absensi, takut pimpinan tetapi begitu di kantor tidak tahu apa yang dikerjakan,” Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Asman Abnur di Banjarbaru, Kalimantan Selatan Jumat (4/8/2017).

Hal itu dikatakan Men PAN-RB saat pembukaan Kalsel Expo 2017. Kegiatan itu dilaksanakan selama enam hari mulai 4 sampai 9 Agustus 2017 di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru. Asman menjelaskan siapa pun termasuk ASN harus mampu mengikuti perubahan zaman yang berorientasi penggunaaan teknologi informasi melalui berbagai peralatan telekomunikasi. “Dunia menjadi tiada batas karena kemajuan teknologi informasi, semua bisa diakses. Sehingga, kami terutama ASN dituntut mampu mengikuti perubahan, jika tidak akan tertinggal,” kata dia.

Menurut Men PAN di depan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan sejumlah kepala daerah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, perubahan kinerja ASN tidak akan terjadi jika bukan dari diri sendiri. “Kita semua bisa melihat, keberhasilan suatu daerah bisa terjadi karena mereka berani melakukan terobosan melalui sumber daya manusia yang memiliki keinginan berubah,” kata dia.

Menurut Kemen PAN-RB mulai menerapkan sistem manajemen kinerja sehingga setiap ASN memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan saat berada di lingkungan kerjanya. Dijelaskan, setiap Susunan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) harus memiliki standar kinerja yang wajib dipenuhi ASN, sehingga mereka benar-benar bekerja sebagai abdi negara. “Pimpinan SOPD jangan merasa puas melihat serapan anggaran di atas 90 persen karena serapan bukan ukuran, juga opini Wajar Tanpa Pengecualian bukan ukuran kinerja ASN,” kata dia.

Menurut Asmar, ukuran ASN yakni kinerja apa yang mampu dihasilkan melalui anggaran tersedia dan pencapaian harus sesuai dengan program setiap SOPD yang direncanakan sebelumnya. “Misalnya, kepala dinas pertanian dinilai berhasil jika mampu meningkatkan produksi pertanian selama memimpin, bukan hanya menghabiskan anggaran yang dialokasikan,” kata dia.

Dikatakan, Kemen PAN-RB akan fokus mengawal manajemen kinerja melalui target kinerja yang harus dipenuhi setiap ASN dan model cara kerja seperti itu siap diterapkan di seluruh Indonesia. “Jika ASN sudah mampu menunjukkan kinerja sesuai standar, baru bicara soal tunjangan kinerja. Kami yakin jika semua diterapkan, efisiensi dan efektivitas kerja tercapai,” kata dia. (**/PRO2)

Sumber: lampungpro.com

Menteri Asman Dorong Kalimantan Percepat Perbaikan Kualitas Pelayanan Publik

20170804 banjarbaru1

Menteri PANRB Asman Abnur beserta Kepala LAN Ady Suryanto dan Gubernur Kalsel menerima bunga sebagai ucapan selamat datang dalam acara Jambore Inovasi Kalimantan di Banjarbaru, Jumat (04/08)

 

BANJARBARU – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mendorong pemerintah daerah yang ada di wilayah  Kalimantan untuk memeprcepat perbaikan kualitas pelayanan publik. Hal itu diperlukan karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan mudah dari para penyelenggara negara.

Hal tersebut disampaikan saat membuka acara Jambore Inovasi Kalimantan Tahun 2017, di Banjarbaru, Kalimantan Sel;atan, Jumat (04/08).  Dikatakan, melalui Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) tahun 2017 yang berisikan hasil inovasi dari para peserta Diklat Pim III dan IV, buah dari kerjasama PKP2A III LAN dengan Badan Diklat Provinsi di Wilayah Kalimantan, dapat melahirkan inovasi inovasi yang memberi kemudahan pada masyarakat.

Menurutnya kegiatan tersebut mempunyai arti yang sangat penting, karena selain menampilkan hasil-hasil pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan, acara ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan inovasi pelayanan publik kepada seluruh stakeholder untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.  “Saya berharap agar acara ini dapat menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman guna mendorong jajaran pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota serta provinsi di wilayah Kalimantan untuk selalu menciptakan inovasi-inovasi baru atau melakukan modifikasi terhadap inovasi yang sudah ada sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing,” ujarnya.

Menetri berharap acara Jambore Inovasi Kalimantan Tahun 2017 dapat memberi banyak manfaat, dan bagi inovasi yang lahir dapat direplikasi, baik terhadap  sistem, metode, maupun teknologi yang digunakan, sehingga akan memunculkan semakin banyak praktik-praktik terbaik inovasi pelayanan publik (best practices).

Lebih lanjut Asman menyampaikan bahwa pihaknya sejak tahun 2014 sampai sekarang telah menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, dimana jumlah peserta meningkat sangat signifikan. Pada tahun 2014 tercatat hanya terdapat 515 unit pelayanan yang mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Pada tahun 2015 meningkat dua kali lipat menjadi 1.189 unit pelayanan. Pada tahun 2016, peserta kompetisi kembali meningkat dua kali lipat menjadi 2.476 unit pelayanan. Terakhir pada tahun 2017 tercatat 3.054 unit pelayanan yang mendaftarkan menjadi peserta.

Kecenderungan ini memberikan gambaran bahwa inovasi di unit-unit pelayanan terus berkembang dalam rangka memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Peningkatan ini dikatakannya,  sangat menggembirakan, terlebih dengan masuknya program inovasi kedalam kurikulum Diklat di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh jajaran LAN. “Saya sangat yakin bahwa selain akan meningkatkan jumlah peserta kompetisi, akan muncul inovasi-inovasi unggulan yang akan meningkatkan kepuasan masyarakat serta mengharumkan nama Indonesia dalam kancah kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat dunia,” pungkasnya. (byu/HUMASMENPANRB).

KALSEL Tingkatkan Pelayanan Melalui Jambore Inovasi Kalimantan

Banjarbaru, Kalsel, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat antara lain dengan menjadi tuan rumah Jambore Inovasi Kalimantan yang digelar pada 2-6 Agustus 2017 di Banjarbaru.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalsel, Nispuani di Banjarbaru, Kamis mengatakan, jambore tersebut sebagai ajang berkumpulnya  Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kreativitas pelayanan publik se-Kalimantan.
“JIK merupakan event yang dirancang untuk  menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik sebagai bukti kehadiran Pemerintah untuk masyarakat,” katanya.
Melalui penyajian inovasi administrasi negara dan pelayanan publik yang terbaik, Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) ingin menunjukkan bahwa semua unsur aparatur sipil negara di Kalimantan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dijelaskan dia, JIK 2017 sebagai kelanjutan dari JIK pertama 2016 yang diselenggarakan di Kalimantan Utara yang juga menampilkan kreativitas pelayanan dari seluruh provinsi di Kalimantan.
JIK ini membuktikan bahwa semangat inovasi untuk Kalimantan, khususnya di Kalsel  untuk berkembang tetap menyala dan berjalan secara berkesinambungan.
Tujuan utama dari Jambore Inovasi Kalimantan ini adalah untuk mempromosikan dan mendiseminasikan hasil-hasil inovasi.
Selain itu,  mendorong  kolaborasi dan  kerja sama  antaralumni Diklatpim dan aparatur sipil negara lainnya dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalimantan.
Bagi Kalimantan Selatan, lanjut Nispuani, sangat diuntungkan mengingat kegiatan ini bisa menjadi edukasi dan pelecut kinerja dalam penyelenggaraan pelayanan publik terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kabid Diklat Aparatur PKP2 A III LAN RI, Dr Rahmat mengungkapkan apresiasi kepada Pemprov Kalsel terutama kepada Gubernur H Sahbirin Noor yang memberikan dukungan luar biasa atas terselenggaranya JIK 2017.
“Kami bangga dan mengapresiasi dukungan Gubernur Kalsel atas dorongan kuat pentingnya penyelenggaraan JIK di Kalsel. Beliau begitu atensi terhadap upaya peningkatan kreatifitas ASN,” katanya.
Menurut dia, sasaran JIK antara lain adalah membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk mengembangkan inovasi di Kalimantan.
Kedua mengembangkan  budaya  “knowledge  sharing  of  innovation”, ketiga mempromosikan dan mendiseminasikan inovasi-inovasi peserta Diklatpim dan lembaga diklat yang telah dilakukan di wilayah Kalimantan dan mengembangkan networking dan kerja sama antar daerah di Kalimantan.
Diharapkan output yang dihasilkan dari kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan adalah terlaksananya promosi dan diseminasi inovasi-inovasi terbaik .
Semua dirangkai dalam bentuk berbagai kegiatan  seperti  penganugerahan Borneo Innovation Awards dan Awards kepada Bupati/ Walikota terpilih yang berkomitmen terhadap peningkatan kapasitas ASN.(anjas)

Sumber: jurnalsumatra.com

Jambore Inovasi Kalimantan Jadi Ajang Diseminasi Inovasi ASN

Jambore Inovasi Kalimantan Jadi Ajang Diseminasi Inovasi ASN