Pembukaan TOF Latsar CPNS di PKP2A III LAN

“Standart kualitas pelaksanaan dan kualitas pembelajaran TOF Latsar CPNS tetap sama di seluruh LAN”, ujar Kabid Diklat Aparatur yang mewakili Kepala PKP2A III LAN, saat menyampaikan sambutan dalam seremoni Pembukaan Training Of Facilitator Pelatihan Dasar Calon PNS yang dilaksanakan di Ruang Kelas A PKP2A III LAN, pada Senin (5/2).

Sebanyak 30 orang peserta yang mengikuti kegiatan TOF Latsar CPNS. Peserta tersebut berasal dari BKSDM dan BKPP beberapa daerah, mulai dari Kota Lhoksuemawe, Aceh, hingga Kabupaten Sorong yang berada di Papua. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 5-9 Februari 2018. Para peserta akan mengikuti kegiatan seminar untuk menguji pemahaman peserta terhadap pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS secara keseluruhan, sehingga tidak hanya cara penyampaian materi Diklat pilihan yang dinilai.

“Diharapkan para peserta dapat menginspirasi dan menyampaikan ilmu yang diperoleh dengan baik kepada CPNS saat mengajar nanti”, hal tersebut disampaikan oleh Windra Mariani saat menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan TOF Latsar CPNS. Diharapkan pula Pelatihan Dasar CPNS akan melahirkan aparatur yang berkualitas dapat terwujud di seluruh daerah.

Bupati Berau Luncurkan Inovasi Hasil Laboratorium Inovasi

Bekerjasama dengan PKP2A III LAN, Bupati Kabupaten Berau resmi meluncurkan 104 gagasan inovasi dari 53 Organisasi Perangkat Daerah dalam rangka Laboratorium Inovasi di Ruang Sangalaki Kabupaten berau, pada Selasa (30/01). Bupati Kabupaten Berau, Muharram, dan seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah juga menandatangani Komitmen Pelaksanaan Inovasi. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian kegiatan Laboratorium Inovasi yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Berau. Salam Inovasi menuju Berau Inovatif.

RAPAT KONSOLIDASI KEDIKLATAN 2018

“Membangun BPSDM sebagai Corporate University Pemerintah Provinsi di Kalimantan”
Samarinda, 30 Januari 2018


Rapat Konsolidasi Kediklatan se-Kalimantan Tahun 2018 mengangkat tema “Membangun BPSDM sebagai Corporate University Pemerintah Provinsi di Kalimantan”. Tema ini penting untuk dibahas karena sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, peran Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) semakin penting. BPSDM dituntut untuk mampu mengembangkan sumberdaya aparatur secara professional sehingga berkontribusi langsung dengan pencapaian tujuan Pemerintah Daerah. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menjadikan BPSDM sebagai Corporate University.


Secara sederhana corporate university dapat diartikan sebagai institusi yang menjalankan peran pengembangan sumberdaya manusia secara terintegrasi yang berkontribusi langsung dalam pencapaian tujuan organisasi pembentuknya (Meister, 1998 dan Allen 2007). Tujuan dari pembentukan corporate university adalah menjadi pemersatu tujuan pembelaajaran individu karyawan dengan kebutuhan organisasi, pemersatu proses pembelajaran dan inovasi organisasi, dan memperbaiki kinerja organisasi.


Saat ini konsep corporate university telah dijalankan oleh sebagian instansi pemerintah. Salah satunya adalah Kementrian Keuangan yang menjadikan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan sebagai corporate university. Dampaknya kinerja Kementrian Keuangan semakin baik ketika ditunjang dengan corporate university.


Peranan corporate university dalam struktur Pemerintah Daerah dapat dijalankan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Mengingat BPSDM menjalankan fungsi koordinasi pengembangan aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang ada diwilayahnya. Untuk itu nantinya rapat konsolidasi ini dapat menghasilkan kesepahaman bersama tentang urgensitas peningkatan peran BPSDM sebagai corporate university dan terlaksananya evaluasi kegiatan pengembangan aparatur di wilayah Kalimantan.


Rapat konsolidasi ini dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2018 bertempat di ruang Auditorium Kantor PKP2A III LAN Samarinda. Adapun narasumber yang dihadirkan dalam rapat konsolidasi ini adalah Dr. Adi Suryanto (Kepala LAN RI), Dr. Muhammad Taufiq (Deputi Kajian Kebijakan LAN RI0, dan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementrian Keuangan. Dan perserta yang telah melakukan konfirmasi kehadiran sejumlah 120 orang yang berasal dari Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia di Provinsi dan Kementrian/Lembaga serta Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Kalimantan.

Selamat Memasuki Masa Purna Tugas, Pak Husain

Di awal tahun 2018 ini satu pegawai PKP2A III LAN Samarinda purna tugas. Husain namanya. Lebih dari 31 tahun lebih beliau mengukir kariernya, mengemban tugas dan amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lembaga Administrasi Negara (LAN). Tepat tanggal 29 Desember 2017, menjadi hari terakhir ia mengabdi pada negara karena sudah memasuki masa purna tugas. Dalam rangka memasuki masa purna tugas tersebut, PKP2A III LAN mengadakan perpisahan dengan Pak Husain di Ruang Cafetaria PKP2A III LAN, pada Selasa (2/1).

Memulai karir di STIA LAN Makasar lalu di PKP2A II LAN Makassar pada 29 Mei 2013 dilantik sebagai Kepala Bagian Administrasi PKP2A III LAN. Tepat pada 2 Juni 2013 pak Husain memulai aktifitas pengabdiannya di Samarinda.

Ada hal menarik dari Pak Husain. Selama bekerja di LAN tercatat hanya 2 kali mengajukan cuti tahunan. Pertama saat menikahi Hana Husain, istri setianya. Kedua pada saat menikahkan putri tercintanya pada akhir November 2017 lalu. Itupun hanya beberapa hari. Kecintaan terhadap institusi yang membesarkannya patut dicontoh. “Pengabdian pada LAN adalah segalanya dan yang paling utama” tegas Husain saat menyampaikan sambutan diacara pelepasan purna tugas.

Tidak mudah bagi siapapun untuk mengabdi di Kalimantan. Selain karena harus siap mental menghadapi kondisi daerah yang sulit ditempuh karena luasnya wilayah, juga setiap pegawai harus siap menanggung beban kontrak rumah karena PKP2AIII LAN tidak memiliki rumah dinas. Ini semua berlaku untuk seluruh pegawai. Justru karena inilah setiap pimpinan benar-benar diuji dan dinilai ketetiaan dan loyalitas serta komitmennya. Hasilnya seperti Pak Husain yang senantiasa bersahaja dan tetap semangat.

Peran dan kiprah Pak Husain tidak sependek namanya. Sekalipun hanya 4,5 tahun di PKP2A III LAN Samarinda, Pak Husain ikut serta dalam pencapaian performance terbaik organisasi.
Dan puncak performansi PKP2A III LAN Samarinda itu terjadi di penghujung masa tugasnya tahun 2017. Penghargaan di skala nasional dan regional berhasil ditorehkan, antara lain Satker Terbaik dalam Kinerja Keuangan 2017 dari Dr. Adi Suryanto, Kepala LAN RI; Penetapan PKP2A III LAN sebagai Wilayah Bebas Korupsi 2017 oleh Dr. Asman Abnur, Menteri PAN dan RB; Juara III BMN Award 2017 oleh Kanwil DJKN Kementerian Keuangan RI dan Satker dengan Substansi Inovasi Terbaik 2017 oleh Kepala LAN RI.

Pak Husain selain sebagai orang tua kami juga sebagai sahabat, temat bahkan guru yang baik. Banyak pengalaman yang kami peroleh selama lebih dari empat tahun bersamanya. Ia tipologi pimpinan yang keras dalam prinsip, namun hatinya lembut. Banyak kenangan indah yang telah diukir dalam tinta emas sejarah selama menjadi kolega di kantor. Tetapi kita harus bisa ikhlas melepaskannya. Disetiap awal selalu ada akhir. Diawal yang baik selalu ada hasil yang baik.

Terimakasih Pak Husain.

Mariman: Penghargaan WBBM Jadi Resolusi 2018

Pada Selasa (19/12), Kepala PKP2A III LAN bersama seluruh pegawai mengadakan kegiatan rapat dengan agenda penyampaian Hasil Rapat Kerja LAN RI yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Tak hanya membahas tentang hasil Raker, Kepala PKP2A III LAN juga menyampaikan rasa syukur atas capaian yg telah diraih, salah satunya Penghargaan WBK dari MenPAN RB. “Alhamdulillah. Yang berat itu untuk pertahankan WBK karena kita menjadi contoh. Kalau prestasi kita menurun, kita akan malu”, ujar Mariman.

Ia yakin, PKP2A III LAN tidak hanya bisa mempertahankan WBK, tetapi juga akan meraih Penghargaan WBBM. Banyak hal yang perlu disesuaikan untuk proses menuju WBBM. “Saya optimis tahun depan kita coba raih WBBM, apalagi tahun depan kita punya ISO”, kata Mariman.

BKKBN Tingkatkan Kompetensi ASN

“Targetnya ada 25 inovasi sesuai Tupoksi yang dapat direalisasikan. Tidak usah khawatir, saya yakin kita bisa wujudkan inovasi yang telah digagas”, ujar Kepala Perwailan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dalam seremoni Pelepasan Workshop Peningkatan Kompetensi ASN di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan di Ruang Kelas A PKP2A III LAN, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah 29 orang Pejabat Struktural serta Pegawai Fungsional Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur mengikuti kegiatan workshop. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur berharap para pejabat dan pegawai fungsional tersebut dapat menjadi pemimpin transformasional dalam pengembangan Reformasi Birokrasi.

“Jika suatu hari dipindahtugaskan karena kebutuhan organisasi, saya harap inovasi-inovasi yang telah dijalankan tetap bisa dilanjutkan. Jangan sampai jabatan kita usai, dan berakhir pula inovasi tersebut”, ujar Husain, Kabag Administrasi yang mewakili Kepala PKP2A III LAN.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menginstruksikan para pimpinan dan pegawai fungsional agar saling membantu dalam mewujudkan inovasi-inovasi yang telah digagas. “Kalau masih mentok juga, kita bisa duplikasi inovas-inovasi yang telah dibuat PKP2A III LAN,” lanjutnya.

PKP2A III LAN Samarinda Raih Juara I Kompetisi Inovasi 2017

PKP2A III LAN Samarinda kembali meraih Juara I di ajang kompetisi inovasi antar unit kerja di Lembaga Administrasi Negara tahun 2017.

Ajang yang baru pertama kali digelar ini diikuti oleh 22 unit kerja dan rencananya akan diadakan setiap akhir tahun pada saat Rakor nasional LAN ini, diadakan di PKP2A I Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat tanggal 12-15 Desember 2017.

“Saya berharap lomba inovasi ini dilakukan setiap tahun. Ini menjadi ajang kompetisi yang akan mendorong kreatifitas dan inovasi di masing-masing unit kerja”, tegas kepala LAN RI, DR. Adi Suryanto saat memberikan sambutan dalam pemberian penghargaan.

Setiap Unit Kerja wajib menyampaikan paparannya tentang progress inovasinya yang telah ditargetkan diawal tahun.

“Di lingkungan LAN setiap JPT Pratama dan JPT madya wajib menandatangani kpntrak kerja inovasi selama setahun. Dan diakhir tahun akan dievaluasi sekaligus ditetapkan inovasi terbaiknya”, ujar Dr. Mariman Darto setelah menerima penghargaan.

Beberapa inovasi yang telah dilakukan ada 12 inovasi terbaik antara lain Go Spirit (membangun budaya semangat kerja, Osoji (budaya bersih-bersih lingkungan), ODOA (mendorong budaya religius dalam lingkungan kantor), OJS untuk JBA (transformasi jurnal JBA ke jurnal bereputasi Internasional, Simbagmin (Inovasi kesekretariatan terintegrasi), SINOPADIK (sistem inovasi pasca Diklat), TSO (tracer Study online), MANAJEMEN DIKLAT ONLINE (mengelola pelayanan diklat secara online), BERKIBAR (Bersama kita belajar untuk mendorong budaya literasi), PRO-KON (membangun budaya debat atas pegawai sekaligus mengelola budaya kritis) dan KAYUH BAIMBAI (program gotong royong untuk Sungai Karang Mumus Bersih).

Salah satu rahasia kenapa PKP2A III LAN Samarinda menjuarai kompetisi ini adalah komitmen pimpinan yang secara konsisten mendorong kreatifitas dan inovasi di unit kerjanya.

“Saya ingin setiap pegawai semangat dan tergerak untuk melahirkan ide-ide kreatif dan melakukannya menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat untuk unit kerja, untuk LAN dan untu bangsa”, tegas Mariman.

Yang terpenting selain kreatifitas dan inovasi juga kemampuan pemimpinnya membangun karakter pegawai yang kuat.

“Kekuatan PKP2A III LAN Samarinda adalah kemampuannya dalam mengelola spiritual capital pegawai dan para pejabatnya. Karakter ini penting karena akan mampu membangun dan mengembangkan semangat yang menggerakkan setiap pegawai untuk berprestasi”, Mariman menambahkan.

Namun yang utama adalah kekompakan tim PKP2A III LAN yang luar biasa. “Saya mengucapkan terimakasih kepada tim inovator PKP2A III LAN Samarinda dan seluruh pegawai yang telah berprestasi membangun organisasi ini dengan inovasi”, demikian tegas Mariman Darto disela-sela kegiatan pemberian penghargaan. (Windra Mariani)

Bedah Jurnal III : Membedah Metodologi Penelitian Kualitatif

Menyusul kesuksesan bedah jurnal I dan II, kembali bedah jurnal PKP2A III LAN hadir untuk merangkul pengampu jabatan fungsional tertentu  (Peneliti, Widyaiswara, Analis Kebijakan, dan Dosen) untuk  mengupas tuntas metode penelitian kualitatif. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang berlangsung di tanggal 14 Desember 2017 di ruang kelas PKP2A III LAN adalah DR. Enos Paselle, MAP. Setelah acara dibuka oleh Kasubbag Keuangan yang mewakili Kepala Pusat. Pak  Enos, demikian narasumber di panggil langsung menyampaikan materi secara bernas  (mengingat banyaknya materi yang akan disampaikan dengan alokasi waktu yang terbatas). Disampaikan bahwa adanya dikotomi metode kuantitatif dan kualitatif pada akhirnya tidak terlepas dari keyakinan para peneliti yang bersangkutan tentang apa yang akan digunakan. Ketika metode kualitatatif dianut sedemikian rupa oleh para ‘penganutnya’, maka sesungguhnya ia hadir untuk mengisi ruang kelemahan penggunaan metode kuantitatif.

Keunggulan dari penggunaan metode kualitatif adalah posisi peneliti yang dapat menjadi instrumen kunci sehingga peneliti yang bersangkutan harus bersifat komunikatif dan adaptif. Namun demikian, penelitian dengan menggunakan metode kualitatif masih banyak diklaim bersifat subyektif, sehingga  perlu menjadi catatan  bahwa untuk menghindari kondisi tersebut maka dalam suatu  penelitian kualitatif yang perlu diperhatikan adalah  harus bicara apa adanya atas hasil penelitian yang telah dilakukan. Begitu besarnya kans untuk munculnya suatu novelty (kebaruan) dari sebuah penelitian kualitatif, maka biasanya desain sementara (proposal) penelitian kualitatif bisa bersifat tentatif karena berangkat dari sebuah fenomena. Pintu masuk lainnya untuk kehadiran novelty dari sebuah  penelitian kualitatif  adalah adanya karakteristik penelitian kualitatif yang beranjak dari  pemikiran tentang bagaimana membuktikan sebuah teori (dalam hal ini  lebih pada bagaimana membangun sebuah konsep), sehingga pada akhirnya penelitian kualitatif akan dapat menentukan  tentang bagaimana sebuah teori dikonstruk, dianomali atau dilemahkan.

Untuk lebih menjaga  dinamika pelaksanaan diskusi, di sela atau selesai pemaparan dari narasumber dilakukan sesi tanya. Pertanyaan diawali oleh Shinta dari kalangan akademisi (Widyagama) yang menanyakan tentang teknik pengumpulan data, menurutnya apakah bisa digabungkan dalam suatu penelitian teknik pengumpulan poposive dan snowball. Pertanyaan selanjutnya dari Nazri yang merupakan dosen dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur,  Pertanyaannya  masih melanjutkan dari keingin tahuan dari karakteristik penelitian kualitatif yang subyektif dan menjurus ke bias sebagai akibat dari adanya pendapat yang meragukan hasil sebuah penelitian kualitatif oleh kaum positivisme. Narasumber memberikan jawaban,  dalam kasus munculnya anggapan subyektivitas, munculnya situasi tersebut tidak  terlepas dari adanya proses indepth  interview yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian kualitatif, dimana hasil penelusuran penelitian itulah yang akan menjadi hasil penelitian, padahal memang harus demikian kondisinya. Contoh riil adalah penelitian mengenai pengukuran kemiskinan, selama ini untuk penelitian pengukuran kemiskinan selalu menggunakan metode kuantitatif, padahal bisa juga melalui pendekatan kualitatif, jika berkaitan tentang penggambaran kondisi sosial yang melatar belakangi masalah kemiskinan.

Pertanyaan lainnya berasal dari Asnawi yang juga merupakan akademisi, pertanyaannya bertakitan dengan penelitian hukum dengan menggunakan pendekatan yustifis, menurutnya bagaimana  posisinya, terlebih dengan sumber primer berupa undang-undang. Sebagai pertanyaan pemungkas karena keterbatasan waktu, diajukan oleh Widya dari BKPPD Kota Samarinda. Pertanyaannya masih menanyakan lebih dalam mengenai bagaimana untuk mengetahui penelitian kualitatif itu baik apa tidak karena  menurutnya ada  istilah observer reability, bagaimana membandingkannya?  karena mengambil data tidak terlepas dari prasangka, apakah ada pendekatan tersendiri? Setelah menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan, narasumber mengajak para kalangan akdemisi yang hadir untuk  melakukan penelitian bersama dengan  berkolaborasi guna  menguji metode penelitian kualitatif dengan berbagai metode analisis yang telah disampaikan, untuk membuktikan ada atau tidaknya anomali dari teori yang sudah ada/tersampaikan tersebut (TW).