Selamat datang di website Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara    Ā 

Diklat Pim IV Angkatan XIV Benchmarking ke Yogyakarta

Dibuat : 19 May 2017

Peserta Diklat Kepemimpinan Tk. IV Angkatan XIV Kerjasama Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya dengan PKP2A III LAN melaksanakan Benchmarking ke Best Practices ke Kota Yogyakarta pada tanggal 14-17 Mei 2017 dengan 4 lokus yang dikunjungi, yaitu Badan penanaman Modal dan Perijinan, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Kelurahan Rejowinangun. Rombongan dipimpin oleh Kepala BKPP Kota Palangka Raya, Ibu Nyta Bianyta Rezza dan diterima oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, Bapak Bejo Suwarno.

Berbagai inovasi yang dikembangkan oleh 4 Perangkat Daerah tersebut banyak pembelajaran yang dapat kami ambil dan menginspirasi kami untuk merencanakan suatu pembaharauan di tempat kerja. Menyadari bahwa dokumen administrasi kependudukan adaah hak setiap warga Kota Yogyakarta, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memegang prinsip “Customer First”. Selain menyediakan prasarana dan sarana pelayanan yang ramah warga, aman, dan nyaman, Dinas Kependudukan memiliki salah satu inovasi unggulan “Keluar Bersama”, inovasi layanan terpadu dokumen kependudukan dimana setiap bayi yang lahir akan mendapat 3 dokumen sekaligus, yaitu Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak.

Debirokratisasi layanan publik secara nyata diimpelementasikan oleh Dinas penanaman modal dan perijinan yang tertuang dalam peraturan Walikota Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perijinan dimana penandatanganan dokumen perijinan dapat didelegasikan sampai pada pejabat pengawas. Selain itu, berbagai inovasi berbasis IT untuk menciptakan layanan yang sederhana, mudah dan cepat juga terus dikembangkan. Kota Yogyakarta juga menyadari bahwa keberadaannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat yang salah satunya diwujudkan oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengembangkan, meningkatkan kualitas, dan mempromosikan UKM yang tumbuh menjamur di Kota ini melalui inovasi Home Business Camp (HBC). HBC tidak sekedar memberi pelatihan pada entrepreneur muda yang memulai merintis usahanya, namun juga melakukan pendampingan selama 2 tahun setelah pelatihan serta terus membantu mempromosikan produk dari UKM dalam pameran skala lokal, provinsi, maupun nasional. Semakin banyak entrepreneur muda yang berhasil melalui program HBC diharapkan semakin banyak entrepreneur lainnya yang dibina dan lapangan kerja dibuka bagi masyarakat. Pengembangan usaha masyarakat secara teritegrasi dan terarah dapat dilihat di kelurahan Rejowinangun yang mengembangkan inovasi sistem cluster sesuai potensi wilayahnya (Cluster Budaya, Kerajinan, Herbal, Kuliner, dan Agro). Sistem Cluster tidak hanya memudahkan pembinaan oleh pemerintah, namun juga mempercepat pengembangan wilayah dengan suatu keunikan yang dapat dijual pada wisatawan dalam dan luar negeri, sebagai contoh yang sudah terbentuk adalah Kampung Wisata Agro Edukasi.





Opini

Press Release - JAMBORE INOVASI KALIMANTAN TAHUN 2017

Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) merupakan event tahunan yang dirancang untuk mendiseminasikan berbagai inovasi-inovasi pelayanan publik sebagai bukti kehadiran Pemerintah untuk masyarakat. Melalui penyajian inovasi administrasi negara dan pelayanan publi ...Selanjutnya

Memimpin Perubahan: Dari Pendekatan Formal ke Informal

“Saya memegang teguh prinsip Jenderal Sudirman bahwa setiap pemimpin harus berada di tengah-tengah rakyatnya. Saya berharap, seluruh peserta Diklat Pim II ini bisa menjiwai spirit yang dibangun oleh Pak Dirman tersebut.”  Demikian Paman B ...Selanjutnya


Jurnal

Aplikasi Publik